Thursday, March 10, 2011

Bagaimana Pembesaran Prostat Terjadi dan Apa Gejalanya ?

Seperti yang telah disebutkan, gangguan pembesaran prostat ini bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya, tapi yang paling ditakuti adalah efek sampingnya, yaitu IMPOTENSI. Tentu saja disfungsi seksual yang disebabkan oleh pembesaran prostat tersebut berdampak negatif terhadap kualitas hidup, citra diri dan hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya, demikian diungkapkan oleh Allen Seftel,MD, seorang profesor di bidang Urologi.
Bagaimana Pembesaran Prostat Terjadi Dan Apa Gejalanya?
Menurut beberapa penelitian,pembesaran prostat terjadi karena enzim 5-alfa-reductase yang berperan mengubah hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron yang bekerja berlebihan dan merangsang pertumbuhan sel prostat. Akibatnya prostat membesar tak terkontrol.

Adapun gejala-gejala yang sering muncul adalah :
- Sulit memulai, sering terputus dan sulit mengakhiri buang air kecil.
- Urine mengalir lambat, bahkan menetes.
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
- Tidak sanggup menahan kencing.
- Kandung kencing masih terasa penuh setelah berkemih.
- Rasa sakit di perut bagian bawah.

Gejala tersebut terjadi karena prostat yang membesar menekan saluran kandung kemih dan sekilas mirip dengan gejala 'anyang-anyangan'. Akibatnya, banyak pria menganggapnya sepele.
Padahal jika sudah mencapai kondisi lanjut, pembuluh darah kecil dari saluran kandung kemih bisa pecah, sehingga pada air kencing muncul darah; bahkan pada kondisi yang sudah parah, penderita malah tidak bisa buang air kecil, sehingga menimbulkan perasaan penuh dan rasa sakit yang hebat di perut bagian bawah.

No comments:

Post a Comment